2h yang lalu
FX Daily: Bank of Japan mengejar ketertinggalan dari The Fed
Bank of Japan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1.25% lewat keputusan yang terbelah, sembari mengakui risiko inflasi masih condong ke atas, namun pernyataannya tidak memberi sinyal hawkish tambahan. Setelah keputusan diumumkan, yen melemah ke 157.11 per dolar AS, sekitar 1 yen lebih lemah dibanding sebelum rapat. Analisis menilai jika harga minyak bertahan tinggi dan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga pada Oktober, USD/JPY berpeluang kembali menguji level 160.
2h yang lalu
9-2
FX Daily: Risiko mengarah ke penguatan dolar AS
Gubernur The Fed Christopher Waller dijadwalkan berbicara dan diperkirakan menegaskan peluang kenaikan suku bunga sebelum rapat FOMC 16 September, kecuali data yang keluar mengejutkan lebih dovish. Ekspektasi dasar baru di pasar menilai The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Dolar bertahan di dekat kenaikan sebelumnya, sementara USD/JPY diperkirakan bertahan tinggi di kisaran 160-162 seiring sikap The Fed yang lebih hawkish. Bank of Canada diperkirakan menahan suku bunga di 2.25% hari ini, dengan inflasi inti dinilai tetap terjangkar dengan baik.
9-2
8-3
Inflasi tahunan Turki melandai ke 31,8% pada Juli, sementara inflasi inti naik ke 29,9%
Inflasi tahunan Turki pada Juli turun menjadi 31,8%, melanjutkan tren penurunan, namun tetap jauh di atas target tahunan bank sentral sebesar 24% dan perkiraan pasar 26%. Inflasi inti naik menjadi 29,9% secara tahunan, menandakan tekanan harga dasar belum mereda. Rata-rata USD/TRY naik 1,7% secara bulanan pada Juli dan kenaikan tahunannya sekitar 17%, jauh di bawah laju inflasi, mencerminkan intervensi nilai tukar yang berkelanjutan dari bank sentral. Data ini berdampak langsung pada penetapan harga aset berdenominasi lira serta kebutuhan lindung nilai risiko valas.
8-3
7-27
Indeks Ifo Jerman naik ke 86.6 pada Juli, membaik tiga bulan beruntun
Indeks iklim bisnis Ifo Jerman naik ke 86.6 pada Juli dan mencatat kenaikan untuk bulan ketiga berturut-turut. Subindeks ekspektasi melonjak 2.6 poin menjadi 86.7, sementara penilaian kondisi saat ini turun. Meski demikian, level indeks secara keseluruhan masih berada di bawah rata-rata lima tahun. Artikel ini menilai penguatan tersebut lebih mencerminkan optimisme sementara setelah Memorandum of Understanding AS-Iran, sementara lonjakan harga energi, meningkatnya risiko konflik Timur Tengah, dan rekor rendahnya ketinggian air Sungai Rhein kembali menekan rantai pasok industri serta prospek pertumbuhan.
7-27