Harga benang katun naik 60% sejak awal 2026, eksportir garmen India minta pembatasan ekspor
Ringkasan Pasar AI
Eksportir pakaian jadi India mendesak pemerintah untuk membatasi ekspor benang katun (count 20s dan di atasnya) setelah harga naik ~60% sejak awal 2026, dengan alasan kendala pasokan, ketergantungan pada lelang CCI, dan dugaan penimbunan. Regulasi ekspor yang potensial dapat menggeser ketersediaan benang katun dan dinamika harga domestik dalam jangka pendek, sekaligus mengubah arus perdagangan regional ke Bangladesh dan Vietnam serta memengaruhi margin di seluruh rantai nilai garmen.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCOCOTTON2USD/USDT-0.63%
Wawasan AI · NCCOCOTTON2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Dewan Promosi Ekspor Pakaian Jadi India (AEPC) menyurati Menteri Perdagangan Piyush Goyal untuk meminta pembatasan ekspor benang katun, khususnya hitungan 20s ke atas. AEPC menyebut harga benang katun telah naik sekitar 60% sejak awal 2026, dari sekitar Rs 250 per kg menjadi sekitar Rs 400 per kg, sehingga menekan margin industri manufaktur garmen. AEPC menilai pembatasan ekspor diperlukan untuk menjaga daya saing ekspor garmen karena nilai tambah produk jadi jauh lebih tinggi dibanding kapas mentah maupun benang.