user-avatar
The Star

Ringgit dibuka menguat terhadap mata uang utama, melemah vs dolar AS ke 4.0925/0980

Ringkasan Pasar AI
Ringgit Malaysia dibuka melemah terhadap dolar AS seiring pasar beralih ke mode risk-off setelah pemerintahan Trump mengumumkan tarif impor baru sebesar 10–12,5% terhadap 60 perekonomian, termasuk Malaysia, dengan alasan kerja paksa. Langkah tersebut menghidupkan kembali ketidakpastian kebijakan perdagangan setelah langkah tarif sebelumnya dibatalkan, sementara harga minyak mentah yang lebih tinggi menambah volatilitas makro. Kinerja ringgit yang beragam terhadap mata uang utama lainnya menyoroti posisi defensif dan tekanan yang terlokalisasi terhadap USD.
Level dampak
● Sedang
Wawasan AIWawasan AI
▼ Bearish
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pemerintahan Trump mengumumkan tarif impor tambahan 10% hingga 12.5% terhadap 60 ekonomi, termasuk Malaysia, dengan alasan praktik “kerja paksa”. Mahkamah Agung AS pada Februari membatalkan langkah tarif sebelumnya. Dampaknya, ringgit dibuka melemah terhadap dolar AS di 4.0925/0980 dari 4.0870/0910 pada penutupan sebelumnya. Namun ringgit menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lain, mencerminkan pergeseran sentimen pasar menjadi risk-off sekaligus tekanan struktural pada mata uang domestik.