user-avatar
Euronews

Studi: Angin, surya, dan pompa panas bisa kurangi ketergantungan LNG Uni Eropa pada 2030

Ringkasan Pasar AI
Sebuah studi IEEFA berpendapat bahwa UE dapat secara material mengurangi ketergantungan LNG dengan mempercepat penerapan energi angin, surya, dan pompa panas, memperkirakan penggantian 8,8 bcm LNG pada 2024 dan potensi pengurangan permintaan gas ~25% pada 2030 jika target terpenuhi. Hal ini menandakan hambatan struktural pada permintaan untuk komoditas Eropa yang terkait gas/LNG, meskipun risiko eksekusi (perizinan, peningkatan jaringan listrik, biaya) dapat menahan lajunya. Risiko pasokan LNG yang bersifat geopolitik menegaskan dorongan kebijakan tersebut.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCO7241NATGAS2USD/USDT-3.39%
Wawasan AI · NCCO7241NATGAS2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Laporan Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menyebut percepatan pemasangan pembangkit angin, surya, dan pompa panas di Uni Eropa pada 2024 telah menggantikan 8.8 billion cubic meters LNG, setara kira-kira dua pertiga impor LNG Uni Eropa dari Qatar pada tahun itu. Studi tersebut memperkirakan, jika target penambahan tahunan 4 million pompa panas, 75GW surya, dan 22GW angin tercapai selama lima tahun ke depan, permintaan gas dapat turun sekitar 25 percent pada 2030. Menurut IEEFA, penurunan itu akan memangkas kebutuhan impor LNG dan menekan aset komoditas yang terkait gas dan LNG secara struktural.