Bitcoin Bertahan di Area US$65.000 di Tengah Tekanan Saham AI, Pekan Ini Pasar Menanti Uji The Fed
Ringkasan Pasar AI
Kripto tetap tangguh saat saham terkait AI mengalami aksi jual, dengan BTC bertahan di sekitar ~65K dan ETH mengungguli. Katalis utama dalam jangka dekat adalah kalender makro dan risiko teknologi yang padat: keputusan The Fed, core PCE, PDB, dan rilis laba mega-cap, bersamaan dengan jatuh tempo opsi BTC/ETH dalam jumlah besar. Arus dana bercampur: arus keluar BTC dari bursa berkontras dengan menurunnya open interest futures dan penjualan bersih pada orderbook, yang mengindikasikan posisi yang berhati-hati.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-2.53%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar US$65.000 pada Senin, relatif bertahan meski saham teknologi terkait AI tertekan. BTC berada di kisaran US$64.994,59, naik sekitar 4% sejak Jumat. Ether (ETH) turut menguat dan menyentuh level tertinggi dalam hampir dua bulan.
Di pasar ekuitas, penurunan Nvidia sebesar 4,8% menyeret saham-saham favorit bertema AI. Nasdaq secara keseluruhan nyaris tidak berubah karena ditopang kenaikan saham hyperscaler seperti Apple, Microsoft, dan Google.
Pelaku pasar menilai ketahanan kripto akan segera menghadapi ujian utama pekan ini. Sejumlah agenda besar berdekatan, mulai dari keputusan kebijakan moneter Federal Reserve, rilis data inflasi utama AS, hingga laporan kinerja beberapa raksasa teknologi. Analis menilai beberapa hari ke depan bisa menentukan apakah bitcoin mampu keluar dari pergerakan mendatar yang sudah berlangsung berbulan-bulan atau kembali melemah menguji titik terendah Juni.
"Ketahanan kripto belakangan ini saat pasar tradisional bergejolak merupakan perkembangan yang menggembirakan," kata Joel Kruger, market strategist di LMAX Group. Menurutnya, hal itu memperkuat argumen bahwa aset digital mulai "melepas keterkaitan", setidaknya sebagian, dari aset berisiko konvensional.
Kruger menyebut bitcoin perlu menembus US$67.300 untuk mematahkan fase konsolidasi beberapa pekan yang menahan harga sejak Juni. Pergerakan di atas level itu dapat menjadi sinyal lanjutan tren naik. Ether menghadapi ambang serupa di US$2.000.
Tom Lee, chairman Bitmine dan co-founder Fundstrat, juga menyoroti performa ETH yang belakangan mengungguli BTC sebagai sinyal positif bagi pasar kripto. Rasio ETH/BTC, yang mengukur harga ether dalam bitcoin, naik ke level tertinggi tiga bulan pada Senin.
Meski begitu, tidak semua pihak melihat kekuatan bitcoin sudah solid. Nicolai Sondergaard, senior research analyst di Nansen, menilai rebound terbaru belum ditopang keyakinan beli yang biasanya muncul sebelum reli berkelanjutan. "Pasar bertahan dalam rentang tanpa pembeli yang kuat, bukan sedang membangun momentum menuju penembusan," ujarnya. Skenario dasarnya tetap koreksi ke area US$52.000"US$58.000 kecuali kondisi pasar membaik.
Sondergaard mencatat hampir 9.000 BTC keluar dari bursa dalam sepekan terakhir. Pada saat yang sama, open interest futures bitcoin justru turun meski harga naik tipis, mengindikasikan trader mengurangi eksposur alih-alih menambah taruhan bullish baru. Data order book juga masih menunjukkan tekanan jual bersih.
Menurutnya, keputusan suku bunga The Fed dan komunikasi kebijakannya berpotensi menjadi penentu arah aset berisiko pada Rabu. Investor juga memantau laporan inflasi core PCE pada Kamis, data PDB kuartal II, serta kinerja Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon, menjelang jatuh tempo opsi bitcoin dan ether pada Jumat senilai sekitar US$13"14 miliar.
Agar Nansen menjadi lebih konstruktif, perusahaan ingin melihat arus masuk stablecoin ke bursa yang lebih kuat, pembelian ETF spot bitcoin yang berlanjut, serta indikasi pemegang jangka panjang berhenti menjual dalam kondisi rugi. Hingga sinyal itu muncul, Sondergaard menilai pemulihan terbaru lebih mencerminkan rebound posisi ketimbang awal tren naik yang lebih luas.