Empery Digital Lepas 1.400 BTC Senilai US$87,1 Juta untuk Dukung Peralihan ke AI

Ringkasan Pasar AI
Empery Digital mengungkapkan penjualan 1.400 BTC (~$87,1 juta) untuk melunasi utang, menutupi biaya dan litigasi, serta mendanai kepemilikan saham pada properti pusat data AI, sehingga memangkas posisi treasury-nya hampir setengah. Pengajuan tersebut menegaskan pergeseran yang lebih luas di antara sebagian perusahaan dengan treasury Bitcoin menuju monetisasi BTC untuk kebutuhan likuiditas dan cadangan kas (juga disebut: Strategy, MARA). Hal ini dapat meningkatkan persepsi sensitivitas pasokan korporasi dan menambah ketidakpastian jangka dekat yang didorong oleh arus untuk BTC.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.57%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Empery Digital, perusahaan treasury Bitcoin yang tercatat di Nasdaq, melepas 1.400 BTC senilai US$87,1 juta sepanjang sebulan terakhir untuk menambah likuiditas dan membiayai pergeseran strategi ke kecerdasan buatan (AI). Informasi itu diungkap dalam dokumen terbaru kepada SEC. Perusahaan mulai menjual Bitcoin pada 7 Mei dengan harga rata-rata US$62.200. Transaksi tersebut membuat Empery Digital melepas hampir setengah kepemilikan BTC-nya dalam waktu kurang dari sebulan. Saat ini perusahaan masih memegang 1.514 BTC, yang bernilai sekitar US$96,5 juta berdasarkan harga terkini. Menurut pengajuan ke SEC, Empery Digital menggunakan US$10 juta dari hasil penjualan BTC untuk melunasi sebagian utang pada 7 Juli. Perusahaan masih memiliki sisa kewajiban US$45 juta pada fasilitas utangnya. Sebagian dana juga dialokasikan untuk biaya operasional serta ongkos hukum terkait gugatan pemegang saham yang masih berjalan. Porsi terbesar dana diarahkan untuk agenda AI. Empery Digital menyebut sisa dana digunakan untuk transaksi properti senilai US$65 juta yang diumumkan pada Juni bersama Hunt Properties. Melalui kesepakatan itu, Empery Digital akan memiliki 25% saham pada fasilitas pusat data AI di wilayah Midwest. Properti tersebut berkapasitas 150MW dan dapat ditingkatkan hampir menjadi 300MW. Empery Digital juga menyatakan akan menghentikan "treasury dashboard", karena perusahaan tidak lagi menilai bahwa net asset value (NAV) yang berbasis kepemilikan BTC mencerminkan NAV sesungguhnya. Pengungkapan Empery Digital menegaskan perubahan sikap di kalangan perusahaan treasury Bitcoin yang kini mulai memonetisasi kepemilikan BTC untuk kebutuhan kas. Strategy, pemegang Bitcoin publik terbesar, menjadi contoh terbaru: perusahaan menjual 32 BTC pada Juni dan kembali melepas 3.588 BTC senilai US$216 juta pada Juli. Penjualan ini merupakan bagian dari "Bitcoin Monetization Program" yang memungkinkan Strategy menghimpun hingga US$1,29 miliar melalui penjualan Bitcoin. Perubahan kebijakan tersebut disebut terkait kekhawatiran atas kemampuan memenuhi kewajiban dividen untuk digital credit; dana hasil penjualan digunakan memperkuat cadangan kas guna membayar dividen atas saham preferen STRC. Sejumlah perusahaan lain juga tercatat menjual BTC tahun ini, termasuk penambang Bitcoin MARA Holdings. Perusahaan itu menjual 20.880 BTC pada kuartal I 2026 senilai US$1,5 miliar untuk melunasi utang dan mendanai infrastruktur AI. Meski ada kabar penjualan dari Empery Digital, harga Bitcoin tercatat naik tipis hari ini, sempat menembus US$64.000 sebelum kembali turun ke bawah level tersebut.