Schmid: Kebijakan The Fed Masih Longgar Meski Inflasi Bertahan di Atas Target
Ringkasan Pasar AI
Schmid dari The Fed berpendapat kebijakan tetap akomodatif meski inflasi berada di atas target, mengindikasikan keterbukaan terhadap pengetatan lebih lanjut jika disinflasi terhenti. Dengan beberapa pejabat sebelumnya menyatakan dissent yang condong ke kenaikan suku bunga, pesan ini memperkuat bias "lebih tinggi untuk lebih lama", mengerek ekspektasi suku bunga di tenor pendek dan menopang dolar AS. Penolakan terhadap kekhawatiran soal kredibilitas bertujuan menstabilkan sinyal kebijakan setelah volatilitas pasar obligasi sebelumnya, namun secara keseluruhan tetap membuat risiko kondisi keuangan condong lebih ketat.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT-0.01%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, 27 Agustus, Presiden Federal Reserve Kansas City Jeff Schmid menilai tingkat suku bunga saat ini belum cukup menahan ekonomi AS karena inflasi masih bertahan di atas target 2% The Fed. Ia mengatakan suku bunga jangka pendek kemungkinan masih terlalu akomodatif dan bank sentral "masih punya pekerjaan yang harus diselesaikan".
Pada rapat Juli, para pembuat kebijakan memilih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%. Tiga pejabat menolak keputusan tersebut dan lebih memilih kenaikan suku bunga. Risalah rapat menunjukkan beberapa pejabat, termasuk sebagian anggota nonvoting, mendukung kenaikan suku bunga. Banyak lainnya menyatakan kebijakan moneter perlu diperketat jika inflasi tidak menurun.
Schmid menambahkan bahwa karena sejumlah koleganya menentang keputusan pada rapat terakhir, ia juga bisa berada di kubu yang mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Ia juga membantah anggapan kredibilitas The Fed telah terganggu. Sebelumnya, konferensi pers Ketua The Fed Walsh pada Juli yang dinilai kurang meyakinkan memicu reaksi kuat di pasar obligasi dan memunculkan kritik bahwa hal itu merusak kredibilitas bank sentral. (Jin10)