Goldman Sachs menandai kembalinya minat beli asing untuk saham Korea Selatan seiring KOSPI menembus di atas 7.000, didorong oleh arus masuk besar ke saham teknologi terkait AI dan memori (terutama Samsung Electronics dan SK Hynix). Rekor pembelian bersih asing mingguan serta penurunan leverage/positioning menunjukkan selera risiko yang membaik dan ruang untuk rotasi lanjutan kembali ke kompleks semikonduktor Korea karena belanja modal AI global mendukung siklus memori.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSIKOSPI2USD/USDT+1.15%
Wawasan AI · NCSIKOSPI2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ChainThink melaporkan bahwa pada 23 Juli, berdasarkan ringkasan MarketFeed terbaru dari Goldman Sachs, investor asing mulai kembali masuk ke pasar Korea Selatan.
KOSPI naik 4,4% pada Kamis dan ditutup di atas 7.000 poin. Investor asing mencatat pembelian bersih untuk hari keempat berturut-turut. Sepanjang pekan ini, arus dana asing mencapai US$3,8 miliar, menjadi pembelian bersih mingguan terbesar yang pernah tercatat.
Goldman Sachs menyebut tekanan beli terutama terkonsentrasi pada sektor AI dan storage. Sekitar 87% arus masuk dana asing mengarah ke sektor teknologi, dan sekitar 91% dari volume transaksi nominal di sektor teknologi terkonsentrasi pada Samsung Electronics dan SK Hynix.
Menurut laporan tersebut, alasan utama kembalinya modal global ke aset Korea tetap bertumpu pada keyakinan bahwa belanja modal (capex) AI secara global akan mendorong siklus memori. Gelombang arus masuk ini juga terjadi setelah deleveraging yang signifikan di pasar Korea.
Goldman Sachs mencatat KOSPI turun sekitar 22% dari puncak intratahun. Kepemilikan asing di sektor semikonduktor Korea Selatan juga turun ke 50%, atau 1,9 deviasi standar di bawah rata-rata historis sejak 2000. Sementara itu, saldo pinjaman margin menyusut dari puncak US$25 miliar menjadi US$22 miliar.
Dari sisi teknikal, Goldman Sachs sebelumnya menilai 6.800 poin sebagai level support kunci retracement Fibonacci 38,2% untuk KOSPI. Setelah indeks bertahan di sekitar level tersebut dan kembali menembus 7.000 poin, indikator MACD mulai menguat. RSI berada di sekitar 44,6, masih di bawah area overbought. Goldman Sachs menempatkan resistance berikutnya di 7.700 poin, setara dengan potensi kenaikan sekitar 7,8%.