Hyperliquid Dorong CFTC Setujui Kontrak Perpetual Energi di AS

Ringkasan Pasar AI
Pusat Kebijakan Hyperliquid mendesak CFTC untuk menetapkan jalur yang diatur bagi kontrak perpetual energi A.S., dengan menyebut manfaat transfer risiko 24/7, ukuran perdagangan yang lebih kecil, serta margining/clearing onchain. Konsultasi tersebut dapat memperluas perpetual melampaui underlier kripto dan meningkatkan pengawasan terhadap perdagangan berkelanjutan, kelayakan kolateral (stablecoin/kolateral yang ditokenisasi), serta kontrol integritas pasar. Dalam jangka dekat, ini membingkai katalis regulasi bagi likuiditas perpetual yang terkait minyak dan persaingan venue.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCO1OILWTI2USD/USDT+1.65%
Wawasan AI · NCCO1OILWTI2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Hyperliquid Policy Center (HPC) meminta Commodity Futures Trading Commission (CFTC) membuka jalur regulasi untuk kontrak perpetual energi di pasar Amerika Serikat. Dalam surat komentar bersama dengan trade[XYZ], HPC mendorong aturan yang memungkinkan perdagangan energi 24/7 dengan dukungan infrastruktur onchain, seiring CFTC mulai meninjau kontrak perpetual di luar aset digital. Permintaan ini muncul setelah CFTC pada Mei mengizinkan kontrak perpetual pertama diperdagangkan sebagai futures di bursa AS, meski masih terbatas pada aset digital sebagai underlying. CFTC kemudian menyatakan kelas aset lain, termasuk energi, membutuhkan kajian lebih lanjut. Pada Juni, CFTC meminta masukan publik mengenai kontrak perpetual energi yang ditautkan pada komoditas fisik yang dapat disimpan. Ruang lingkup ulasan mencakup desain kontrak, harga referensi, kliring, perlindungan nasabah, integritas pasar, serta perdagangan berkelanjutan. HPC menilai kontrak perpetual dapat berjalan berdampingan dengan futures berjangka waktu (dated futures), bukan menggantikannya. Karena tidak memiliki tanggal jatuh tempo, kontrak perpetual memungkinkan eksposur dipertahankan tanpa perlu "roll" antar bulan kontrak. HPC juga menyoroti potensi ukuran transaksi yang lebih kecil. Kontrak futures WTI standar mewakili 1.000 barel, sementara median transaksi minyak mentah di luar jam perdagangan di trade[XYZ] disebut sekitar US$1.300. Dorongan ini turut menguat di tengah perdebatan apakah infrastruktur pasar tradisional mampu menopang perdagangan sepanjang waktu. HPC mencontohkan konflik terbaru di Timur Tengah. Saat ekspor energi terganggu dan pasar minyak tutup, pelaku pasar di luar AS dapat mengakses kontrak perpetual terkait minyak di Hyperliquid. Menurut HPC, sekitar dua pertiga pergerakan harga dari penutupan Jumat hingga pembukaan kembali pada Minggu sudah terjadi onchain sebelum pasar konvensional kembali buka. CEO CME Terry Duffy juga menekankan dampak pasar 24/7. Dalam pertemuan CFTC pada 20 Agustus, Duffy mengatakan CME ingin meluncurkan pasar perdagangan minyak 24/7 di AS dan menyebut pasar decentralized finance telah memengaruhi keuangan tradisional. Bagi HPC, kondisi ini meningkatkan urgensi agar pasar AS dapat beroperasi ketika pergerakan harga penting terjadi di luar jam normal. HPC berargumen sistem onchain dapat mendukung kliring, margining, dan pengawasan secara berkesinambungan. Posisi bersifat prefunded dan margin diperiksa pada setiap transaksi. Data yang dikutip HPC menunjukkan likuidasi melalui order book reguler menangani 97,9% dari notional volume yang dilikuidasi di seluruh pasar trade[XYZ]. Likuiditas juga menjadi pilar utama argumen HPC. Trade[XYZ], yang disebut sebagai deployer pihak ketiga pertama dan terbesar untuk pasar perpetual di Hyperliquid, menyediakan pasar WTI, Brent, dan gas alam Henry Hub. Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, pasar-pasar tersebut membukukan volume perdagangan kumulatif melampaui US$500 miliar. HPC menggunakan aktivitas itu untuk menunjukkan adanya permintaan eksposur energi melalui kontrak perpetual. Studi yang diklaim HPC menemukan bahwa pada hampir 75% sampel penutupan akhir pekan, harga perpetual minyak mentah berakhir lebih dekat ke harga acuan saat pembukaan kembali pada Minggu dibanding penutupan acuan pada Jumat. HPC juga menyatakan keberadaan pasar perpetual tidak memicu penurunan kualitas pembukaan kembali (reopening) CME WTI yang signifikan secara statistik. HPC mengusulkan lima langkah bagi CFTC, termasuk kerangka kerja yang netral teknologi, aturan yang lebih jelas untuk bursa 24/7, serta klarifikasi persyaratan "business day". HPC juga meminta stablecoin dan jaminan tradisional yang ditokenisasi diakui sebagai margin yang memenuhi syarat, serta pasar teregulasi diizinkan memanfaatkan infrastruktur onchain selama ketentuan CFTC dipenuhi. Usulan ini tidak meminta legislasi baru. HPC menilai kerangka CFTC yang ada dapat mengakomodasi kontrak perpetual energi dengan pengaman yang memadai, seperti batas leverage dan pengungkapan yang jelas terkait mekanisme funding serta aturan likuidasi.