Ketegangan AS–Iran memanas lagi, lalu lintas turun dan biaya naik di Selat Hormuz
Ringkasan Pasar AI
Permusuhan AS-Iran yang kembali memanas mengganggu pengapalan melalui Selat Hormuz, dengan transit kapal turun tajam dan pergerakan LNG menipis. Para pemilik kapal dilaporkan menarik kapasitas, memperketat ketersediaan kapal tanker dan mendorong biaya angkut. Dampak pasar paling besar terjadi pada energi, karena premi risiko transportasi yang meningkat dan kendala logistik dapat merambat ke penetapan harga minyak mentah dan produk olahan serta ekspektasi inflasi yang lebih luas.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT-0.14%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Eskalasi kembali bentrokan antara Amerika Serikat dan Iran pekan ini menekan arus pelayaran di Selat Hormuz. Data Kpler menunjukkan jumlah kapal yang melintas turun dari 30 kapal pada hari sebelumnya menjadi 22 kapal pada Kamis.
Setelah Iran menargetkan kapal-kapal di selat itu pada Selasa, kedua pihak terlibat bentrokan. Sejak saat itu, hanya dua kapal LNG yang masuk ke selat dan satu kapal LNG tercatat keluar.
Sebelumnya, volume transit sempat meningkat usai AS dan Iran menandatangani kesepakatan pada 17 Juni untuk memulai pembicaraan damai. Arus pelayaran mencapai puncak beberapa hari kemudian sebelum gencatan senjata kembali dilanggar.
Dalam laporan kepada klien pada Jumat, broker pelayaran Braemar LNG menyebut pemilik kapal mengambil sikap lebih berhati-hati dan menarik kapasitas yang tersedia dari kawasan tersebut. Berkurangnya jumlah kapal yang bisa disewa mendorong kenaikan biaya angkut.