Saham Nvidia Disorot Isu "Circular Financing" Terkait Rencana Jaminan Pendanaan OpenAI US$250 Miliar

Ringkasan Pasar AI
Laporan bahwa Nvidia mungkin memberikan jaminan pembiayaan hingga $250B untuk mendukung pusat data AI OpenAI yang direncanakan di Ohio telah menghidupkan kembali kekhawatiran "pembiayaan sirkular", yang berpotensi memunculkan pertanyaan seputar transfer risiko dan ketahanan permintaan AI. Meski penyangga seperti itu dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendorong pesanan GPU, hal tersebut juga menyoroti keterkaitan yang semakin erat antara Nvidia dan pelanggan kunci menjelang laporan laba hyperscaler utama serta panduan belanja modal (capex).
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSKNVDA2USD/USDT-6.70%
Wawasan AI · NCSKNVDA2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Saham Nvidia diperdagangkan di kisaran US$208 ketika pasar mencerna laporan bahwa perusahaan tengah membahas kemungkinan pemberian jaminan pendanaan bagi OpenAI. Sejumlah laporan menyebut Nvidia mempertimbangkan skema backstop hingga US$250 miliar untuk mendukung rencana kampus pusat data AI OpenAI di Ohio. Menurut pemberitaan, pembahasan tersebut terkait dukungan atas rencana sewa jangka panjang OpenAI untuk kampus pusat data AI berkapasitas 10 gigawatt yang dikembangkan SB Energy di wilayah selatan Ohio. Nilai jaminan yang dibahas disebut dapat mencapai US$250 miliar. Negosiasi masih berjalan dan belum ada kesepakatan final. Isu ini kembali memunculkan perdebatan di kalangan pengamat mengenai potensi "circular financing"—situasi ketika pemasok membantu pembiayaan pelanggan yang kemudian menjadi pembeli produknya. Pihak yang kritis menilai pendekatan tersebut bisa memperkuat pendapatan di masa depan, sementara pendukungnya memandangnya sebagai praktik yang lazim untuk mempercepat proyek infrastruktur berskala besar. Hingga kini, Nvidia tidak menyebut proposal terkait OpenAI tersebut sebagai "circular financing". Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas investasi Nvidia memang meningkat. Nvidia sebelumnya dilaporkan ikut serta dalam putaran pendanaan terbaru OpenAI dengan komitmen sekitar US$30 miliar pada valuasi yang disebut melampaui US$700 miliar. Perusahaan juga menanamkan US$2 miliar di IREN, perusahaan penambangan Bitcoin yang beralih menjadi operator pusat data AI—jumlah yang tergolong besar untuk emiten dengan valuasi di atas US$13 miliar. Nvidia juga berinvestasi US$2 miliar di Nebius dan kini menjadi salah satu pemegang saham terbesarnya. Selain itu, Nvidia disebut memiliki sekitar 11% saham CoreWeave, pemain terbesar di bisnis "neocloud". Nvidia juga berkomitmen berinvestasi hingga US$10 miliar di Anthropic, perusahaan induk Claude. Investasi terbaru lainnya adalah US$1 miliar di Naver, perusahaan asal Korea Selatan. Langkah serupa juga dilakukan perusahaan lain. Advanced Micro Devices (AMD) misalnya, dilaporkan menjalin kesepakatan besar dengan OpenAI, yang memungkinkan OpenAI mempertimbangkan mengambil 10% saham di AMD. AMD juga baru-baru ini mengumumkan investasi US$5 miliar di Anthropic. Dari sisi katalis lain, saham Nvidia turut merespons kesepakatan dengan SK Hynix. Dalam pernyataan bersama, kedua perusahaan menyebut kemitraan senilai US$500 miliar yang mencakup "AI factories" dan memori generasi berikutnya. Pasar berikutnya menanti rilis kinerja keuangan perusahaan big tech, yang dapat memberi petunjuk arah belanja modal (capex). Meta Platforms dan Microsoft dijadwalkan merilis laporan pada Rabu, disusul Amazon pada Kamis. Apple juga merilis laporan pada Kamis, meski perusahaan tersebut bukan pembeli besar chip Nvidia. Pada kuartal sebelumnya, kelompok perusahaan ini mengindikasikan total capex tahun ini dapat mencapai US$725 miliar. Kenaikan komitmen belanja modal dipandang positif bagi Nvidia sebagai pemasok chip utama, meski ada risiko sebagian perusahaan menahan belanja karena investor kian sensitif terhadap besarnya capex. Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan NVDA bergerak mendatar dalam beberapa hari terakhir dan berkonsolidasi di sekitar Exponential Moving Averages (EMA) 50 hari dan 25 hari. Pola yang terbentuk mengarah pada rising wedge, dengan dua garis tren yang mendekati area konfluensi—pola yang kerap dianggap sinyal bearish. Relative Strength Index (RSI) juga membentuk pola segitiga simetris yang garisnya mendekati titik temu. Dengan kondisi tersebut, saham dinilai berpotensi melemah dalam beberapa hari ke depan, dengan area support penting di sekitar US$190. Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Pergerakan harga saham, indikator teknikal, dan perkembangan pembiayaan perusahaan tidak menjamin kinerja pasar di masa depan. Investor disarankan melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.