Orionx Bekukan Penarikan, Tutup Permanen Usai Kekurangan Aset Kustodian US$7 Juta
Ringkasan Pasar AI
Penutupan permanen Orionx setelah audit forensik menemukan kekurangan kustodian >$7m dan penangguhan penarikan berdampak negatif terhadap kepercayaan pasar kripto, menyoroti risiko counterparty bursa dan tata kelola yang masih berlanjut. Tuduhan transfer tanpa otorisasi lintas aset utama (BTC, ETH, XRP, POL) serta kurangnya pengawasan regulasi yang efektif di Chile dapat meningkatkan pengawasan terhadap platform terpusat dan premi risiko dalam jangka dekat.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.75%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bursa kripto asal Santiago, Orionx, yang didukung Tether, mengumumkan penutupan permanen pada 3 September setelah audit forensik menemukan kekurangan aset kustodian milik nasabah lebih dari US$7 juta. Bersamaan dengan itu, Orionx menghentikan seluruh penarikan dana, membuat lebih dari 100.000 pengguna terdaftar tidak dapat mengakses dana mereka.
Sehari sebelum pengumuman penutupan, Orionx mengajukan laporan pidana terhadap para cofounder Joaquín Díaz dan Roberto Zibert, serta sejumlah mantan karyawan lain. Tuduhan berfokus pada pemindahan aset nasabah tanpa otorisasi yang disebut terjadi pada periode 2018 hingga 2021.
Audit tersebut membandingkan catatan transaksi internal Orionx dengan data on-chain. Hasilnya menunjukkan selisih antara saldo yang tercatat di akun pengguna dan aset yang benar-benar tersedia di dompet milik bursa. Aset yang hilang mencakup beberapa token utama, termasuk Bitcoin, Ether, XRP, dan POL milik Polygon. Berdasarkan temuan audit, aset tersebut dipindahkan ke alamat eksternal tanpa persetujuan yang semestinya.
Orionx menyatakan akan menjalankan rencana restitusi bertahap untuk memulihkan kerugian pengguna, tetapi mengakui tidak dapat menjamin pengembalian sepenuhnya. Proses restitusi masih pada tahap awal dan belum ada verifikasi independen yang memastikan apakah aset yang telah ditransfer dapat dipulihkan. Díaz dan Zibert membantah melakukan pelanggaran.
Tether tercatat sebagai satu-satunya investor pada pendanaan Seri A Orionx pada Juni 2025, sekitar 15 bulan sebelum bursa tersebut kolaps. Otoritas Chile, Komisi Pasar Keuangan (CMF), pada 4 September mengonfirmasi bahwa permohonan lisensi Orionx telah ditolak pada 19 Juni 2026. Regulator juga menyebut Orionx tidak pernah beroperasi di bawah Undang-Undang Fintech Chile, sehingga tidak pernah berada dalam pengawasan formal otoritas keuangan setempat.