PJM: Pusat Data Harus Bawa Pasokan Listrik Sendiri atau Hadapi Risiko Pemadaman
Ringkasan Pasar AI
Reform BYONG dan "Connect and Manage" milik PJM memaksa beban pusat data baru berskala besar untuk memasok pembangkitannya sendiri atau menghadapi pembatasan selama kekurangan, yang mencerminkan pengetatan kendala pasokan listrik dan biaya kapasitas yang meningkat tajam. Kebijakan ini meningkatkan risiko eksekusi dan risiko operasional untuk pembangunan pusat data yang terkait AI dan dapat mengalihkan modal ke pembangkitan di lokasi dan solusi interkoneksi. Dalam jangka pendek, hal ini menambah hambatan regulasi/utilitas bagi ekspansi pusat data AS dan permintaan perangkat keras terkait.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSKNVDA2USD/USDT-6.36%
Wawasan AI · NCSKNVDA2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Operator jaringan listrik terbesar di AS, PJM Interconnection, memberi sinyal tegas kepada industri pusat data: kebutuhan listrik raksasa tidak bisa lagi sepenuhnya ditopang sistem, dan fasilitas yang menambah beban besar diminta menyiapkan pembangkitnya sendiri. PJM mengelola jaringan di 13 negara bagian dan District of Columbia, melayani sekitar 65 juta orang.
Dalam arahan Dewan PJM tertanggal 16 Januari 2026, PJM meluncurkan paket reformasi untuk mencegah pusat data mengalihkan lonjakan biaya sistem ke pelanggan rumah tangga dan usaha kecil. Intinya, terbentuk skema dua lapis: menyediakan kapasitas pembangkitan tambahan sendiri, atau menerima risiko pemotongan pasokan saat terjadi kekurangan.
Tekanan biaya terlihat dari lonjakan harga lelang kapasitas. Pada lelang 2024/2025, harganya berada di US$28,92 per megawatt-day. Untuk siklus 2026/2027, angka itu melonjak ke US$329,17 per megawatt-day—lebih dari 10 kali lipat dalam dua tahun.
PJM menilai pusat data terkait AI menyerap listrik jauh lebih cepat daripada perkiraan perencana jaringan. Fasilitas-fasilitas ini diproyeksikan menambah biaya sistem puluhan miliar dolar AS pada jaringan PJM hingga akhir 2020-an. Tanpa kebijakan penahan, beban tersebut pada akhirnya masuk ke tagihan listrik pelanggan di wilayah PJM. Pada 2027/2028 Base Residual Auction, hasil lelang tercatat 5,6% di bawah target reserve margin.
Kebijakan utama PJM diberi nama "Bring Your Own New Generation" (BYONG). Dalam kerangka ini, fasilitas yang menambahkan beban 50 MW atau lebih pada satu titik interkoneksi wajib menyediakan pembangkit tambahan untuk menutup kenaikan tersebut, atau menerima risiko curtailment. Program BYONG juga mencakup jalur interkoneksi dipercepat yang ditargetkan pada Agustus 2026.
Selain BYONG, PJM menyiapkan kerangka "Connect and Manage". Saat pasokan ketat, fasilitas yang tidak membawa pembangkit sendiri akan lebih dulu dikenai pembatasan. PJM menyebut reformasi ini lahir dari pembahasan intensif dengan para pemangku kepentingan sepanjang akhir 2025, serta didukung pemerintahan Trump dan para gubernur di wilayah layanan PJM.