Laporan bahwa Nvidia mungkin mendukung pembangunan pusat data OpenAI di Ohio dengan jaminan pembiayaan hingga $250B, bersama potensi pembelian chip yang dapat mendorong proyek tersebut melampaui $500B, memicu kekhawatiran "pembiayaan sirkular" dan gelembung bergaya dotcom. Saham Nvidia dilaporkan turun ~5% atas berita tersebut, menyoroti sensitivitas terhadap leverage, risiko pihak lawan, dan daya tahan permintaan belanja modal AI yang mendorong kompleks AI/semikonduktor yang lebih luas.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSKNVDA2USD/USDT-6.46%
Wawasan AI · NCSKNVDA2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Nvidia dikabarkan berada dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk menyediakan jaminan pembiayaan sekitar US$250 miliar terkait rencana OpenAI menyewa pusat data raksasa di Ohio bagian selatan. Fasilitas tersebut disebut akan memiliki kapasitas 10 gigawatt, yang berpotensi menjadikannya pusat data AI terbesar yang pernah diumumkan.
Di luar itu, ada pembahasan terpisah mengenai pembelian chip hingga US$350 miliar. Jika seluruh komponen digabungkan, skala proyek ini dapat melampaui US$500 miliar.
Analis menilai struktur transaksi ini menunjukkan pola "pembiayaan melingkar" (circular financing) atau perilaku yang menyerupai gelembung, dengan rujukan langsung ke era dotcom. Saham Nvidia turun sekitar 5% setelah laporan mengenai negosiasi terbaru tersebut.
Pada masa gelembung dotcom, perusahaan telekomunikasi seperti Lucent Technologies memberikan pembiayaan vendor dalam jumlah besar kepada pelanggan, yang kemudian memakai dana itu untuk membeli peralatan Lucent. Pendapatan tampak mengilap di atas kertas, sampai para pelanggan gagal melunasi pinjaman dan struktur pembiayaan tersebut runtuh. Saham Lucent pernah turun dari di atas US$80 menjadi di bawah US$1.
Dokumen letter of intent bertanggal 22 September 2025 menyebut komitmen Nvidia untuk berinvestasi hingga US$100 miliar secara bertahap guna mendukung penerapan sistem Nvidia oleh OpenAI, diawali dengan tahap awal senilai US$10 miliar. Sejumlah laporan menyebut ada keraguan di internal Nvidia, dan komitmen itu kemudian menyusut menjadi pembahasan investasi US$30 miliar pada Februari 2026.
The Wall Street Journal pada 26 Juli 2026 melaporkan negosiasi jaminan pembiayaan US$250 miliar masih berlangsung dan terus maju. Rencana pusat data 10 GW di Ohio selatan juga dikaitkan dengan isu pasokan listrik yang disebut-sebut melibatkan unsur pemerintah AS. Sebagai gambaran, 10 gigawatt kira-kira cukup untuk memasok listrik bagi sebuah negara Eropa berukuran menengah.