CLARITY Act Gagal Lolos di Senat; SEC dan CFTC Tetap Melaju dengan Aturan Kripto

Ringkasan Pasar AI
Kegagalan Senat dengan hasil 49–50 untuk melanjutkan CLARITY Act membuat legislasi struktur pasar kripto AS tetap belum terselesaikan, memperpanjang ketidakpastian kebijakan. Perhatian beralih ke regulator: SEC sedang memperluas kerangka pengecualian inovasi yang memungkinkan perdagangan onchain atas saham AS yang ditokenisasi, sementara CFTC mengisyaratkan keringanan bagi penyedia perangkat lunak pasif dan memajukan perumusan aturan pasar kripto yang lebih luas. Sensitivitas harga dalam jangka dekat kemungkinan bergantung pada interpretasi regulasi, timing, dan cakupan kepatuhan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-0.86%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Upaya meloloskan CLARITY Act di Senat AS kandas setelah tidak mencapai ambang 60 suara untuk melanjutkan pembahasan. Dalam pemungutan suara Selasa, hasil berakhir 49–50. Penolakan datang dari mayoritas senator Demokrat serta tiga senator Republik—Susan Collins, Josh Hawley, dan Jerry Moran. Senator Thom Tillis sempat mengubah suaranya setelah pemungutan berlangsung, langkah prosedural yang dinilai masih membuka peluang untuk pengajuan pemungutan suara ulang. Meski gagal melaju, sejumlah senator Demokrat menilai ruang negosiasi belum tertutup. Senator Angela Alsobrooks mengatakan RUU tersebut "belum mati", seraya menyinggung lebih dari 70 juta warga AS yang terlibat di industri ini. Ia didukung oleh Kirsten Gillibrand, Mark Warner, Cory Booker, Catherine Cortez Masto, Ruben Gallego, dan Raphael Warnock. Kelompok ini menyebut hasil voting sebagai kemunduran, bukan akhir, dan menurut tiga sumber yang mengetahui pembahasan, upaya awal untuk memulai kembali perundingan sudah muncul. Pemungutan suara tersebut terjadi setelah lebih dari setahun negosiasi bipartisan di Capitol Hill. Menurut Crypto In America, pembicaraan sempat berlanjut di ruang bawah tanah Capitol menjelang voting. Seorang staf Demokrat menyebut Tillis mendorong penundaan pemungutan suara agar ada waktu tambahan untuk negosiasi, tetapi pembicaraan itu dihentikan tanpa penjelasan oleh staf Ketua Komite Perbankan Senat Tim Scott. Kedua kubu kemudian menyampaikan versi berbeda soal titik putusnya pembahasan. Senator Cynthia Lummis, arsitek utama RUU, menuding Demokrat tidak sungguh-sungguh dalam isu perlindungan konsumen. Gagalnya CLARITY Act turut mengalihkan fokus pasar ke langkah regulator federal. Presiden Solana Policy Institute, Kristin Smith, mengatakan industri kini makin menanti kejelasan dari regulator. Ketua SEC Paul Atkins juga mengaitkan kegagalan RUU di Senat dengan langkah baru SEC terkait pengecualian inovasi. Pada Kamis, SEC merilis kebijakan tersebut yang membuka jalur bagi saham AS yang ditokenisasi untuk diperdagangkan secara onchain. Di sisi lain, CFTC menerbitkan posisi no-action yang mencakup penyedia perangkat lunak pasif. CFTC juga mengirimkan proposal aturan yang lebih luas untuk pasar kripto ke Gedung Putih untuk ditinjau, meski rincian proposal itu belum diungkap. Perkembangan ini muncul setelah hasil 49–50 di Senat menggeser sorotan dari negosiasi di Kongres menuju agenda penyusunan aturan oleh SEC dan CFTC.