John Thune: Digital Asset Market Clarity Act Belum Cukup Suara untuk Lolos Sebelum Reses Agustus

Ringkasan Pasar AI
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan Digital Asset Market Clarity Act kekurangan suara untuk lolos sebelum reses Agustus, meskipun ada rencana sebelumnya untuk pemungutan suara sebelum reses. Perselisihan prosedural mengenai ketentuan etika GOP dan bahasa stablecoin telah melemahkan momentum bipartisan, sementara pasar prediksi menunjukkan peluang pengesahan pada 2026 yang turun tajam. Penundaan ini memperpanjang ketidakpastian regulasi terkait yurisdiksi SEC vs CFTC dan perlakuan terhadap stablecoin, menjadi hambatan jangka pendek bagi selera risiko kripto secara luas.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.92%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menghentikan langkah yang sebelumnya digadang-gadang sebagai momen legislasi kripto terbesar tahun ini. Pada 23 Juli, Thune mengakui bahwa Digital Asset Market Clarity Act tidak mengantongi dukungan suara yang cukup untuk melaju di Senat sebelum para legislator memasuki masa reses Agustus. Pernyataan itu berbanding terbalik dengan sikap Thune pada 14 Juli, ketika ia menyatakan akan memfasilitasi pemungutan suara atas rancangan tersebut sebelum reses. RUU yang secara resmi bernama H.R. 3633 ini dirancang untuk membentuk kerangka regulasi yang lebih tegas bagi industri aset digital. RUU tersebut telah lolos dari DPR pada Juli 2025 dengan dukungan bipartisan. Fokus utamanya menetapkan batas kewenangan yang jelas antara SEC dan CFTC terkait aset digital, termasuk pengelompokan menjadi komoditas digital dan aset kontrak investasi, serta ketentuan untuk stablecoin pembayaran yang diatur. Di Senat, legislasi ini sempat bergerak setelah maju melalui Senate Banking Committee pada 1 Juni 2026 dengan sejumlah amandemen. Perjalanannya kemudian tersendat oleh persoalan prosedural. Senator Demokrat menolak ketentuan etika yang disematkan Partai Republik ke dalam RUU, sementara perbedaan pandangan tentang rincian regulasi stablecoin ikut menjadi ganjalan yang menggerus dukungan lintas partai. Thune mengatakan ia masih ingin "memulai diskusi" mengenai Clarity Act. Pasar prediksi menunjukkan sentimen yang melemah. Di Polymarket, peluang Clarity Act disahkan pada 2026 turun ke kisaran 3033%, merosot dibandingkan proyeksi yang lebih optimistis saat Thune masih mendorong pemungutan suara sebelum reses. Menteri Keuangan Scott Bessent secara terbuka menyatakan optimisme bahwa RUU ini pada akhirnya akan lolos, tetapi pandangan itu kontras dengan pengakuan Thune bahwa dukungan suara belum mencukupi. Bagi pasar kripto, penundaan ini memperpanjang ketidakpastian regulasi. Platform kripto, bursa, dan penerbit token masih belum memperoleh kepastian soal lembaga mana yang mengawasi mereka, batas definisi sekuritas versus komoditas dalam aset digital, serta perlakuan stablecoin di bawah hukum federal. Perhatian berikutnya tertuju pada jadwal Senat setelah kembali dari reses dan apakah Thune dapat menyelesaikan kebuntuan terkait ketentuan etika dengan Demokrat selama masa jeda. Dengan Kongres memasuki periode politik yang kian sensitif menjelang pemilu paruh waktu, ruang waktu untuk pengesahan berpotensi makin menyempit.