ETF Spot Ethereum AS Catat Arus Masuk US$225,8 Juta pada Kamis

Arus dana kembali mengalir ke ETF spot Ethereum di Amerika Serikat. Menurut CoinMarketCap, produk-produk ini membukukan arus masuk bersih (net inflow) sebesar US$225,8 juta pada Kamis, menjadi inflow harian terbesar sejak 28 Oktober 2025. Capaian tersebut juga memperpanjang rangkaian inflow bersih menjadi sembilan hari bursa berturut-turut. Selama 9 hari bursa itu, total dana yang masuk mencapai US$1,42 miliar. Sejak 17 Agustus, ETF spot Ethereum AS telah mencatat inflow bersih kumulatif sebesar US$1,42 miliar. Data Farside Investors menunjukkan arus keluar bersih (net outflow) terakhir terjadi pada 11 Agustus, sementara 14 Agustus tercatat nihil inflow dan nihil outflow. Dalam gelombang arus dana ini, BlackRock's ETHA menjadi penarik dana utama. Dalam sembilan hari bursa, ETHA mengumpulkan inflow bersih US$1,02 miliar, sekitar 72% dari total inflow seluruh produk, serta mencatat pembelian bersih sepanjang sembilan hari tersebut. Perusahaan analitik onchain Arkham juga mencatat ETHA meraih US$889,8 juta pada delapan hari bursa pertama, sejalan dengan data Farside. Ringkasan angka: - Inflow bersih Kamis: US$225,8 juta - Akumulasi 9 hari bursa: US$1,42 miliar - Inflow ETHA pada periode yang sama: US$1,02 miliar Selisih dengan ETF Bitcoin makin mengecil Pada Kamis, ETF spot Bitcoin AS membukukan inflow bersih US$242,3 juta, hanya US$16,5 juta di atas ETF Ethereum. Sebagai perbandingan, pada hari pertama siklus inflow serentak pada 17 Agustus, dana yang masuk ke ETF Ethereum hanya sekitar sepersepuluh dari ETF Bitcoin. Selain ETHA, FETH yang dikelola Fidelity juga menjadi kontributor besar dalam putaran ini. FETH mencatat inflow bersih US$56,2 juta pada Kamis, yang merupakan kinerja harian terbaiknya selama periode kembalinya arus dana. Produk Ethereum bertaruh (staked) BlackRock, ETHB, juga mencatat inflow US$20,7 juta pada hari yang sama. Pelaku institusi menilai tekanan beli datang dari pasar tradisional. Max Shannon, Senior Researcher di Bitwise Europe, mengatakan tekanan beli ini lebih mungkin berasal dari luar pasar kripto dan mengaitkan inflow pekan ini dengan meningkatnya selera risiko di pasar tradisional. Berdasarkan datanya, ETF Ethereum menarik inflow US$713,6 juta pekan ini, konsisten dengan data Farside. Meski demikian, kinerja Ethereum belakangan masih tertinggal dari Bitcoin dan sejumlah token utama. Shannon menyebut sebagian dana bergeser ke token arus utama yang lebih volatil, termasuk ZEC, XRP, SOL, dan HYPE, menandakan fokus transaksi pasar kini lebih tersebar. Data CoinGecko menunjukkan Ethereum ditutup di sekitar US$2.477 pada Jumat, turun 0,5% dalam 24 jam terakhir, tetapi naik sekitar 5% dalam sepekan. Shannon juga menyoroti Ethereum saat ini diperdagangkan dekat rata-rata pergerakan 200 minggu, untuk pertama kalinya kembali ke level tersebut sejak menembus ke bawah pada Januari. Jika volume perdagangan spot tidak terus meningkat, daya tahan reli yang terutama ditopang arus masuk ETF masih perlu diuji.