Inggris Usul Mandat Inovasi Stablecoin untuk Bank of England
Ringkasan Pasar AI
Inggris berencana menambahkan mandat sekunder bagi Bank of England untuk mendorong inovasi pembayaran digital, secara eksplisit mencakup sistem pembayaran yang menggunakan "aset penyelesaian digital" seperti stablecoin, sambil tetap menjadikan stabilitas keuangan sebagai prioritas utama. Jika diintegrasikan melalui Financial Services and Markets Bill, pelaporan tahunan BoE kepada Parlemen dapat meningkatkan pengawasan terhadap aturan stablecoin yang baru saja difinalisasi (terutama persyaratan cadangan), sehingga membentuk ekonomi penerbitan dan laju adopsi infrastruktur pembayaran.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+2.83%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pemerintah Inggris mengusulkan pemberian mandat sekunder kepada Bank of England (BoE) yang berfokus pada inovasi pembayaran digital. Mandat ini secara eksplisit mencakup sistem pembayaran yang mengandalkan "aset penyelesaian digital", termasuk stablecoin. HM Treasury mengumumkan rencana tersebut pada Kamis, menegaskan bahwa stabilitas keuangan tetap menjadi mandat utama bank sentral, sementara ruang untuk eksperimen dan pengembangan bentuk uang digital baru diperluas.
Menurut HM Treasury, perubahan ini akan berlaku pada fungsi pengawasan BoE atas infrastruktur pembayaran. BoE juga diharapkan melaporkan kemajuan kepada Parlemen setiap tahun terkait upayanya mendorong tujuan inovasi pembayaran yang baru. Pemerintah berencana memasukkan mandat tersebut melalui amandemen Financial Services and Markets Bill, yang dijadwalkan kembali dibahas di House of Lords pada 7 dan 9 September.
Inti kebijakan
- BoE akan memperoleh tujuan sekunder untuk mendukung inovasi pada sistem pembayaran dan uang digital; stabilitas keuangan tetap prioritas utama.
- Mandat diarahkan untuk mencakup sistem yang memakai aset penyelesaian digital, termasuk stablecoin, sehingga kebijakan stablecoin Inggris lebih terkait langsung dengan agenda pengembangan pembayaran.
- BoE akan memberikan pembaruan tahunan kepada Parlemen tentang pekerjaan inovasinya, yang berpotensi meningkatkan akuntabilitas publik atas penerapan aturan terkait stablecoin.
- Usulan akan dimasukkan lewat amandemen Financial Services and Markets Bill; debat House of Lords dijadwalkan 7 dan 9 September.
- Respons industri kemungkinan bergantung pada detail praktik pelaporan tahunan BoE dan bagaimana pelaporan itu digunakan berdampingan dengan ketentuan stablecoin yang sudah berlaku.
Mengapa mandat "inovasi" BoE penting bagi stablecoin
Pengumuman ini pada dasarnya memperluas cakupan tugas BoE dari pengawasan yang semata berorientasi stabilitas. Dalam rancangan tersebut, BoE akan menerapkan pendekatan regulasi yang selama ini digunakan untuk infrastruktur pasar inti—khususnya central counterparties (CCPs) dan central securities depositories (CSDs)—dengan menambahkan sasaran inovasi pembayaran.
Bagi stablecoin, poin krusialnya adalah mandat ini tidak dibatasi pada riset abstrak atau semata uang digital bank sentral. HM Treasury menyatakan mandat akan mencakup sistem pembayaran yang memakai aset penyelesaian digital, frasa yang memasukkan stablecoin dan memperjelas posisinya sebagai bagian dari agenda teknologi pembayaran Inggris. Bagi pelaku pasar, fokus regulasi kerap menentukan seberapa cepat rel pembayaran baru bergerak dari tahap uji coba menuju implementasi. Tujuan "inovasi" yang formal, ditambah pelaporan ke Parlemen, juga dapat memengaruhi bagaimana BoE menyeimbangkan kehati-hatian dan eksperimen ketika aturan stablecoin serta pengujian infrastruktur terkait terus berkembang.
Pelaporan ke Parlemen dapat memperketat sorotan
Meski mandat inovasi disebut sekunder dibanding stabilitas keuangan, dampak nyatanya akan sangat ditentukan oleh detail implementasi. Maksym Sakharov, salah satu pendiri dan CEO WeFi, menilai kewajiban pelaporan tahunan dapat menggeser keseimbangan ke arah pengawasan publik yang lebih intens. Ia mengatakan kepada Cointelegraph bahwa karena tujuan inovasi "sekunder terhadap stabilitas keuangan" maka mandat itu "tidak menimpa apa pun", tetapi BoE tetap harus menerbitkan laporan tahunan tentang kerja inovasi pembayaran dan uang digital.
Sakharov menilai kewajiban publikasi tersebut dapat menjadi penting karena menambah perhatian pada aturan stablecoin yang difinalisasi bank sentral pada Juni. Dengan kata lain, sekalipun mandat inovasi tidak mengurangi kewajiban stabilitas, komponen pelaporan bisa meningkatkan visibilitas tentang bagaimana kewajiban itu diterapkan dalam praktik.
Ketentuan stablecoin yang ada dan perdebatan cadangan
Sakharov menyoroti persyaratan bagi "penerbit stablecoin sistemik", termasuk struktur cadangan yang—berdasarkan komentarnya—mewajibkan penerbit menempatkan setidaknya 30% aset pendukung dalam simpanan nonbunga di bank sentral. Ia berpendapat bahwa "pembagian cadangan adalah hal pertama yang harus diperbaiki", seraya menambahkan bahwa ketentuan tersebut dapat memengaruhi kelayakan komersial bisnis stablecoin.
Isu ini relevan bagi investor dan operator karena aturan cadangan secara langsung memengaruhi struktur biaya, manajemen risiko, dan ekonomi penerbitan—faktor yang menentukan penerbit mana yang mampu berkembang sambil tetap memenuhi ekspektasi kepatuhan. Mandat inovasi BoE tidak otomatis mengubah mekanisme cadangan tersebut. Meski begitu, dengan mengaitkan pelaporan bank sentral pada inovasi pembayaran digital, usulan ini berpotensi menambah tekanan politik dan publik agar regulator menjelaskan bagaimana desain pasar stablecoin selaras dengan target modernisasi pembayaran.
Momentum stablecoin Inggris: dari uji interoperabilitas hingga penyelarasan lintas negara
Mandat baru ini muncul ketika Inggris meningkatkan kerja operasional dan kebijakan terkait stablecoin. Pada Agustus, sebuah kelompok dalam Digital Pound Lab BoE mulai menguji apakah stablecoin dapat beroperasi secara interoperabel dengan simulasi pound digital Inggris untuk pembayaran perdagangan lintas negara. HM Treasury dan laporan proyek menyebut platform eksperimen tersebut tidak menggunakan nasabah atau uang sungguhan.
Sebelumnya, pada pertengahan Juli, Inggris dan AS menerbitkan pernyataan bersama mengenai stablecoin yang memberi sinyal niat untuk memungkinkan pemanfaatannya dalam keuangan lintas negara serta menyerukan penyelarasan yang lebih erat antar-kerangka regulasi. Pernyataan itu mengindikasikan Inggris mengejar interoperabilitas bukan hanya secara teknis, tetapi juga dalam konvergensi aturan antar-yurisdiksi.
Pendekatan Inggris juga menunjukkan penyesuaian terhadap batasan sebelumnya. Cointelegraph melaporkan BoE membatalkan rencana pembatasan kepemilikan individu sebesar 20.000 pound sterling dan kepemilikan bisnis sebesar 10 juta pound sterling, lalu menggantinya dengan batas sementara penerbitan 40 miliar pound (sekitar $52,9 miliar) untuk setiap "stablecoin sistemik". Perubahan tersebut, bersama aktivitas kebijakan dan pengujian pada Juli dan Agustus, mengisyaratkan regulator Inggris sedang membangun kerangka yang menekankan risiko sistemik sambil memberi ruang partisipasi lebih luas dibanding batas ritel dan bisnis yang lebih ketat sebelumnya.
Arahan pemerintah untuk memperluas mandat BoE juga sejalan dengan upaya yang lebih besar untuk mendukung inovasi berbasis tokenisasi dan distributed ledger technology (DLT)—sebuah gagasan yang juga disampaikan City Minister Lucy Rigby, yang menyebut tokenisation dan DLT dapat mentransformasi pasar keuangan global.
Menjelang debat House of Lords pada 7 dan 9 September, pelaku pasar diperkirakan akan memantau bukan hanya apakah mandat disetujui, tetapi juga bagaimana BoE menerjemahkan "inovasi" menjadi tindakan terukur—terutama pada area seperti persyaratan penerbit sistemik dan desain cadangan yang saat ini memengaruhi ekonomi bisnis stablecoin.