Harga minyak menguat setelah Iran menolak bertemu utusan AS, memudarkan harapan gencatan senjata
Ringkasan Pasar AI
Harga minyak menguat setelah Iran menolak pembicaraan langsung dengan utusan AS, meningkatkan premi risiko geopolitik dan mengikis keyakinan akan gencatan senjata yang berkelanjutan. Langkah tersebut diperkuat oleh data API yang menunjukkan penurunan tajam 6,1 juta barel persediaan minyak mentah AS dan persediaan bensin yang lebih rendah, sehingga memperketat keseimbangan dalam jangka dekat. Meski lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz dilaporkan kembali ke level pra-perang, sentimen risiko dan persediaan mendukung minyak mentah.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT-0.52%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Harga minyak naik setelah Iran menolak bertemu langsung dengan utusan Amerika Serikat, yang memperlemah prospek gencatan senjata sementara di Timur Tengah dan memicu penilaian ulang risiko geopolitik. Kontrak berjangka Brent naik 0.69% menjadi $73.45 per barel, sementara WTI naik 0.91% menjadi $70.13 per barel. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 6.1 million barrels dan stok bensin juga turun. Arus kapal tanker melalui Selat Hormuz dilaporkan kembali ke level sebelum perang, ikut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan.