Saham tertekan oleh kekhawatiran inflasi saat tarif baru 10%–25% dan lonjakan minyak membayangi pasar
Ringkasan Pasar AI
Tarif baru AS sebesar 10%–25% dan kenaikan WTI hampir 30% dalam sebulan kembali memunculkan kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan Fed pada Juli, dengan ekspektasi penahanan suku bunga turun secara signifikan. Indeks ekuitas bergerak campuran dan sentimen teknologi rapuh meski ada rilis pendapatan yang kuat, menyoroti sensitivitas margin dan permintaan terhadap biaya input. Minyak tetap menjadi saluran transmisi makro utama, sementara permintaan pusat data AI menjadi titik terang relatif yang menonjol.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILWTI2USD/USDT-1.54%
Wawasan AI · NCCO1OILWTI2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pemerintahan Trump mengumumkan tarif baru 10% hingga 25% atas barang dari mitra dagang utama, sementara harga minyak naik lebih dari 28% sepanjang bulan sehingga memperkuat kekhawatiran inflasi. Menjelang rapat kebijakan The Fed pada Juli, peluang suku bunga ditahan turun menjadi 64% dari 87% sepekan sebelumnya, menurut CME Group FedWatch. Nasdaq turun 0,6% dan mencatat penurunan dua pekan beruntun. Intel membukukan kenaikan pendapatan 25% namun sahamnya anjlok 7,9%, sedangkan Digital Realty (DLR) melesat 10,9% didorong permintaan pusat data AI.