Minyak menguat setelah Iran menolak bertemu utusan AS, harapan gencatan senjata memudar
Ringkasan Pasar AI
Penolakan Iran untuk bertemu dengan utusan AS melemahkan prospek gencatan senjata, meningkatkan premi risiko Timur Tengah dan menopang harga minyak mentah. Brent dan WTI naik seiring geopolitik bertepatan dengan penurunan besar persediaan minyak mentah menurut API dan persediaan bensin yang lebih rendah, sehingga memperketat keseimbangan pasokan-permintaan dalam jangka dekat. Sementara arus kapal tanker melalui Selat Hormuz telah pulih ke tingkat sebelum konflik, pasar menilai ulang risiko gangguan, sehingga memperkuat tekanan naik pada minyak bulan depan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT-0.44%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Harga minyak bergerak naik setelah Iran menolak menggelar pertemuan langsung dengan utusan Amerika Serikat, memicu penilaian ulang risiko geopolitik dan meredupkan prospek gencatan senjata sementara di Timur Tengah. Kontrak berjangka Brent naik 0,69% ke US$73,45 per barel, sedangkan WTI menguat 0,91% ke US$70,13 per barel. Di sisi fundamental, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS anjlok 6,1 juta barel dan stok bensin turut turun. Arus kapal tanker di Selat Hormuz juga dilaporkan pulih ke level sebelum perang. Kombinasi sinyal pengetatan pasokan jangka pendek dan membaiknya sentimen risiko mendorong penguatan harga.